Aside

Keunggulan pertanian muntuk adalah lahan sawah yang cukup luas. Pada peta tata guna lahan luasan pertanian desa muntuk adalah 231 Ha yang merupakan lahan persawahan. Dengan luasan tanaman ini masyarakat memanfaatkan lahan untuk jenis pertanian padi, kacang panjang, jagung, dan rumput untuk makanan ternak. Dibeberapa tempat lahan pertanian ini dimanfaatkan untuk perikanan lele.

Lahan persawahan ini terdapat di 11 pedusunan.

Lahan pertanian desa muntuk sebagian besar merupakan sawah tadah hujan dengan sistem terasering. Hal ini menjadi kelemahan sistem pertanian di desa muntuk. Sistem irigasi lahan pertanian hanya mengandalkan air hujan. Pada saat kemarau sawah menjadi kering dan sebagian besar tidak menanam padi. Masa tanam setiap tahun hanya 1 sd 2 kali kecuali bila musim penghujan panjang maka musim tanam bisa dilakukan 3 kali.

Potensi yang dapat di manfaatkan dengan lahan pertanian ini adalah dapat dijadikan sebagai sumber pangan lokal bagi masyarakat muntuk sendiri. Semakin lama jumlah populasi meningkat sedangkan luasan lahan pertanian tidak meningkat sehingga nantinya tidak terjadi keseimbangan produksi dengan konsumsi. Oleh karena itu potensi luasan yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat agar tidak terjadi kerawanan pangan.

Tantangan yang dialami petani adalah adanya bencana kekeringan di musim kemarau panjang dan adanya hama penyakit yang menyerang tanaman. Untuk itu diperlukan solusi berupa optimalisasi teknik budidaya dengan sistem pengairan yang lebih tertata. Selain itu juga perlu di buat beberapa embung di beberapa tempat sebagai penyedia air bagi lahan pertanian.

KONDISI PERTANIAN

TINGKAT PENGHIDUPAN (LIVELIHOOD)

TINGKAT PENGHIDUPAN (LIVELIHOOD)

 

1.    Pendapatan masyarakat

Potensi wilayah muntuk terus dikembangkatan oleh masyarakat dan telah didukung program program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah. Dengan adanya dukungan pemerintah tersebut, mampu mengangkat taraf hidup masyarakat dan peningkatan pendapatan. Hal ini diketahui melalui analisa VPA dimana terjadi kenaikan point peningkatan pendapatan dari tahun persiapan hingga tahun kemandirian. selain itu peningkatan pendapatan diukur dari naiknya pola hidup masyarakat dari beberapa bidang antara lain :

  1. Peningkatan  fisik permukiman

Pada tahun 2006 banyak rumah tidak permanen dan pada tahun 2009 telah banyak rumah yang permanen atau semi permanen

  1. Peningkatan tingkat pendidikan anak

Pada tahun 2006 banyak anak lulusan SD dan SMP. Pada tahun 2009 mengalami perkembangan yaitu banyak anak lulusan SMP dan banyak yang sekolah di SMK maupun SMA

  1. Peningkatan sanitasi perumahan

Dari tahun 2006 hingga tahun 2009 banyak masyarakat yang memiliki sarana MCK pribadi

  1. Peningkatan kesehatan masyarakat

Hal ini ditandai dengan turunnya gizi buruk dan kematian bayi

  1. Peningkatan akses informasi dan transportasi masyarakat

Banyak masyarakat yang telah memiliki kendaraan pribadi sedangkan dibidang komunikasi telah banyak menggunakan handphone.

  1. Tumbuhnya usaha usaha produktif

Banyak masyarakat yang kreatif berwirausaha sehingga tumbuh usaha usaha produktif

Peningkatan pendapatan masyarakat tersebut terjadi karena beberapa hal antara lain :

a.     Adanya sentuhan modal usaha yang dilaksanakan oleh program aksi desa mandiri panan yang didukung program-program lintas sektor.

b.    Adanya kegitatan pendampingan usaha oleh tenaga pendamping maupun penyuluh yang bekerja sama dengan baik dalam upaya meningkatkan tingkat penghidupan masyarakat.

c.     Terjadi diversifikasi usaha baik perorangan maupun kelompok yang menambah pendapatan keluarga.

d.    Adanya akses pasar dan kemudahan saprodi untuk usaha yang semakin meningkat

e.    Adanya adopsi teknologi yang mendukung pengembangan usaha.

 

2.    Tumbuhnya usaha-usaha kecil dan pengembangan kesempatan kerja

Pelaksanaan program desa mandiri pangan yang berjalan selama hampir 4 tahun mampu meningkatkan tumbuhnya kesempatan kerja bagi masyarakat baik on farm, off farm dan non farm. Bidang bidang usaha yang tumbuh dan berkembang antara lain :

  1. Bidang Usaha Peternakan

Kegiatan usaha sub kelompok ini merupakan usaha dibidang On Farm (Pertanian). Pada tahun 2006 kegiatan peternakan masyarakat antara lain ternak kambing, sapi namun pada tahun kemandirian telah berkembang menjadi usaha usaha ternak antara lain Usaha Ternak ayam, puyuh, kelinci dan kambing dan sapi.

  1. Bidang Usaha Perikanan

Kegiatan sub kelompok ini merupakan usaha bidang on farm (pertanian), yang meliputi usaha perikanan lele. Pada tahun 2006 perikanan lele belum dikembangkan masyarakat namun di tahun berikutnya telah banyak masyarakat yang mengembangkan budidaya lele. Meskipun desa muntuk merupakan daerah pegunungan yang pada musim kemarau kesulitan namun kelompok perikanan di desa muntuk merupakan salah satu kelompok usaha yang handal. Sebagian besar kelompok usaha perikanan lele menggunakan media terpal sebagai media budidaya.

  1. Bidan Usaha Pengolahan

Kegiatan sub kelompok ini merupakan usaha bidang off farm. Usaha usaha yang berkembang yang meliputi pengolahan tempe, pengolahan ceriping pisang, emping mlinjo dan roti dengan bahan lokal.

  1. Bidang Usaha usaha perdagangan

Kegiatan sub kelompok ini merupakan usaha bidang non farm. Usaha usaha yang tumbuh meliputi perdagangan makanan kecil, warung klontong, perdagangan sayur keliling, pedagang kerajinan kayu dan bambu.

  1. Bidang usaha kerajinan,

kegiatan sub kelompok ini merupakan usaha bidang non farm, yang meliputi kerajinan bambu dan kayu. Kerajinan bambu merupakan jenis usaha turun temurun yang sudah ada sebelum program desa mandiri pangan. Jenis usaha kerajinan bambu merupakan mata pencaharian yang paling banyak dilakukan di Desa Muntuk. namun pada tahun perkembangan banyak inovasi produk dan peningkatan pemasaran

  1. Bidang usaha Jasa

Pada pengembangan dan kemandirian banyak masyarakat yang mengembangkan usaha bidang jasa seperti jahit, bengkel, transportasi dll.

3.    Peningkatan Konsumsi Pangan Yang Beragam Bergizi Seimbang Dan Aman Serta Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

Peningkatan kesadaran pentingnya pangan dan gizi bagi ibu hamil di desa muntuk didukung dengan adanya kerjasama antara PKK, kader posyandu dimasing masing dusun dengan tenaga pendamping dan TPD. Kegiatan ini difasilitasi oleh dinas  pertanian dan dinas kesehatan.

Peningkatan

Program-program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran pangan dan gizi bagi masyarakat antara lain :

1.    Gerakan Pangan Beragam Bergizi Berimbang dan Aman

Gerakan pangan beragam bergizi berimbang dan aman telah dilaksanakan di desa muntuk pada tahun 2007 dan 2008. kegiatan ini  merupakan kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan kualitas dan kesehatan Ibu hamil atau menyusui.

Tujuan Kegiatan Gerakan Pangan Beragam Bergizi Berimbang dan Aman adalah :

a.     Meningkatnya kualitas menyusui Ibu hamil sehingga berkurangnya angka bayi berat badan rendah.

b.    Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu dalam mengolah dan menyajikan pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman melalui aktifitas posyandu/PKK.

c.     Menumbuhkan kesadaran pentingnya konsumsi pangan yang beragam bergizi, seimbang dan aman yang berbasis bahan lokal.

Pada tahun 2008 Di desa muntuk terdapat 80 ibu hamil namun yang mendapatkan program adalah 50 ibu hamil. Pelaksanaan Gerakan Pangan Beragam bergizi ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2008 sampai November 2008. total pemberian setiap ibu hamil adlaah 60 kali dengan nilai Rp. 5000 tiap pemberian. Dalam satu minggu dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu. Tempat dan lokasi pelaksanaan adalah di Desa Muntuk. Biaya Program Gerakan Pangan Beragam Bergizi bagi ibu hamil di Desa Muntuk jumlah totalnya adalah Rp. 15.000.000,00

Gerakan pangan beragam bergizi dan seimbang merupakan salah satu program yang sangat membantu pengurangan tingkat kerawanan pangan di desa muntuk. Dalam pelaksanaan program ini banyak ibu hamil yang mengalami peningkatan gizi dan kualitas janin. Sehingga diharapkan di tahun berikutnya program ini terus dikembangkan untuk meraih cita-cita desa mandiri pangan. Dalam kegiatan gerakan pangan beragam bergizi seimbang dan aman bagi ibu hamil dilaksanakan penyuluhan gizi dan kesehatan oleh bidan maupun dari dinas pertanian.

2.    Penyuluhan pangan dan Gizi Masyarakat

Penyuluhan pangan dan gizi masyarakat adalah kegiatan yang menunjang terwujudnya kemandirian desa.

Penyuluhan pangan dan gizi masyarakat dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.antara lain :

a.     Kegiatan pertemuan-pertemuan kelompok

b.    Kegiatan pertemuan kader gizi desa muntuk

c.     Kegiatan posyandu di masing masing dusun

d.    Kegiatan pemberian gizi pada ibu hamil dan balita

Sedangkan peningkatan layanan kesehatan dan posyandu yang telah dilaksanakan di Desa Muntuk antara lain :

a.     Adanya Puskesmas pembantu yang terletak didesa muntuk yang memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat

b.    Adanya bidan desa yang berfungsi sebagai pokja desa mandiri pangan yang membantu penyuluhan dibidang kesehatan dan gizi.

c.     Adanya kegiatan poskokesdes yang beranggotakan dari kader kader desa mandiri pangan yang memiliki kegiatan yang aktif

d.    Adanya kader posyandu dari kader-kader dusun yang berkoordinasi setiap tanggal 27 yang membahas permasalahan kesehatan

e.    Adanya kegiatan posyandu dimasing masing dusun yang memantau kesehatan masyarakat.

f.     Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan secara kontinyu.

4.    Peningkatan Sarana Sanitasi Dan Kebersihan

 

Sarana sanitasi dan kebersihan menjadi ukuran kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa fasilitas sanitasi dan kebersihan yang menunjang antara lain :

  1. Sumber Air Minum

Sumber-sumber air minum yang digunakan masyarkat antara lain :

1.    Sendang atau mata air

Sendang atau mata air terdapat di wilayah muntuk  yang topografinya rendah dan biasanya diaeral persawahan. Sebagian kecil masyarkat yang tinggal disekitar mata air memanfaatkan sumber mata air sebagai sumber air minum

2.    Sumur

Sebagian besar masyarakat desa muntuk telah menggunakan sumur sebagai sumber air minum. Meskipun kedalaman sumur rerata lebih dari 10m namun masyarakat masih dapat memanfaatkan air sumur sepanjang tahun. Di beberapa wilayah terdapat dusun yang pada musim kemarau mengalami kekeringan namun ditahun kemandirian ini dengan sentuhan teknologi banyak masyarakat yang secara kreatif menarik air menggunakan pompa dari sumber mata air yang tidak pernah kering untuk digunakan oleh warga masyarakat dalam suatu wilayah. Beberapa dusun yang telah mandiri mengelola air antara lain dusun muntuk, seropan, sanggrahan II dan banjarharjo I.

3.    PAM

Di tahun 2008 sebagian wilayah muntuk telah mendapat fasilitas PAM yang dialirkan dari dusun gunung cilik, karangasem, banjarharjo II dan banjarharjo namun belum mencapai seluruh desa. Direncanakan pada tahun 2009 ini sarana air bersih akan menjadi prioritas pembangunan melalui kerjasama dengan program lintas sektor.

  1. Fasilitas MCK

MCK didesa muntuk ada yang telah menggunakan toilet pribadi maupun toilet umum namun ada juga masyarakat belum memiliki toilet yang sanitasinya belum baik namun setelah tahun 2007 melalui kegiatan penyuluhan kesehatan banyak masyarakat yang telah sadar akan pentingnya sanitasi bagi kesehatan masyarakat sehingga banyak bangunan MCK bersanitasi yang dibuat oleh swadaya masyarakat maupun bantuan dari LSM, sehingga sanitasi masyarakat lebih terjaga.

  1. Kondisi Rumah

Tahun 2006 di bantul terjadi musibah gempa bumi yaitu pada tanggal 27 mei yang menyebabkan banyaknya fasilitas permukiman yang rusak. Namun seiring program desa mandiri pangan di bantul terdapat program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa sehingga banyak bangunan yang telah memenuhi standar bangunan yang kuat. Dengan adanya peningkatan pendapatan ekonomi, masyarakat telah peduli terhadap kekuatan bangunan rumah dan masyarakat lebih pandai dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.

PROFIL DESA BINAAN KELUARGA SAKINAH

DASAR PELAKSANAAN DBKS DI DESA MUNTUK

1.SK Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Nomor 213/ SK/ 1999 tentang Pokja Pembinaan Keluarga Sakinah Propinsi DIY

2.   Surat Keputusan Camat Dlingo Nomor 05/KPTS/2007

3.   Surat Keputusan Kepala KUA Dlingo Nomor 112/2008

4.   Surat Keputusan Lurah Desa Muntuk Nomor 16 /KPTS/ 2007

SUSUNAN ORGANISASI TIM PELAKSANA DBKS DESAMUNTUK

TIM MOTIVATOR DBKS DESA MUNTUK

KEGIATAN PEMBINAAN BIDANG KEAGAMAAN

1.BIDANG AGAMA

Jumlah Pemeluk Agama :

Islam  : 8.927 orang

Kristen  :      33 orang

ADAT PERNIKAHAN

3.   Jumlah kepemilikan Al-Qur’an ada 1.650 KK

4.  Jumlah Orang yang sudah melaksanakan Ibadah haji ada 6 orang

5.  Jumlah Ulama/ Mubaligh sejumlah : 45 Orang

6.   Majelis Taklim Di Desa Muntuk Sejumlah :   71 Majelis

Tempat ibadah;

Masjid  :   23 tempat

Mushola  :   19 tempat

Gereja  :     1 tempat

8. Jumlah Kaum Rois ada : 19 orang

9. Jumlah Ta’mir Masjid ada : 23 orang

10. Taman Pendidikan Al-Qur’an ( TPA ) sejumlah : 22 tempat

11. Perpustakaan Masjid ada sebanyak : 23 tempat

12. Jumlah Kelompok Kesenian Islam  sejumlah : 12 kelompok

7. Jumlah Kelompok Pengelola Infak, Zakat, dan shodaqoh ( BAZIS)
ada : 11 tempat

Terdiri dari 1 Kelompok (BAZIS) di masing-masing Dusun.

8. Jumlah Lembaga Keagamaan Desa Muntuk ada :  4  lembaga

. Kegiatan Hari Besar Islam

1. Tanggal 1 Muharam

2. Tanggal 12 Rabiulawal

3. Tanggal 27 rajab

4. Tanggal 17 Ramadhan ( Nuzulul Qur’an )

5. Hari raya Idul Fitri dan Idul Adha

10. Kegiatan Ramadhan

-Puasa dan buka bersama
-Sholat Tarawih Berjamaah
-Tadarus Al-Qur’an
-Pengajian Ramadhan
-Zakat Fitrah menjelang Hari Raya

V. BIDANG PENDIDIKAN

1.Pondok Pesantren ada 2 tempat
2.Pendidikan MADIN ada 3 Tempat
3.Madrasah Tsanawiyah Negeri ada 1 tempat
4. SMP Muhammadiyah ada 1 tempat yang terletak
di Dusun Seropan II

5. Sekolah Dasar (SD) sejumlah 5 tempat

6. Taman Kanak-kanak (TK) sejumlah 5 tempat

7. Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sejumlah 12 tempat

3. Kondisi Tahapan Keluarga Binaan

1.Keluarga Sejahtera I  : 1.650 KK

2. Keluarga Prasejahtera  Sejumlah 535 KK

3. Rumah Tangga Sangat Miskin/PKH Sejumlah 25 KK

Bentuk Kegiatan;

Gerakan Jum’at Bersih dan PSN

KOnsultasi Ibu Hamil di POSKOKESDES

Penyuluhan Gizi Ibu Hamil dan PMT Ibu Hamil

Puskesmas Pembantu : 3 unit

Pemanfaatan Lahan Di Desa Muntuk

Sawah dimanfaatkan untuk tanaman padi dan palawija

Lahan Pekarangan untuk tanaman jagung dan jamu-jamuan

Lahan kering untuk perikanan lele

Pembinaan Ketrampilan

Pengolahan hasil pertanian seperti;

Criping singkong, criping pisang, criping talas, criping ubi jalar

Pemanfaatan limbah ternak dengan pembuatan pupuk organik dan biogaster untuk rumah tangga

HOME INDUSTRI

1. Industri pengolahan tempe

2. Industri pembuatan kerajinan bambu

3. Industri pembuatan daun pintu, kusen, dan jendela

 

Lembaga -lembaga keuangan pendukung ekonomi masyarakat;

1. Koperasi AMRIH MAKMUR Desa Muntuk

2. Lembaga Keuangan Desa Muntuk

Program Pemerintah;

1. Program Aksi Mandiri Pangan

2. PUAP

3. FEATI

4. CDMK

5. DBKS

6. DB4MK

7. DAYA ANNISA

8. REKOMPAK JRF

9. P2KP

10.

 

 

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.